Ini kali kedua setelah malam itu, kayak ada yang jalan-jalan di telinga, awalnya aku pikir headset yang gue pake rusak (ngereasek gitu suaranya), pas diangkat ternyata malah makin jelas.. kayak ada yang berusaha untuk jalan di telinga. berisik banget.. :(
Sunday, April 22, 2018
Dear Diary
Kenapa kok susah minta pisah?
Padahal si aku tau kalo si dianya belum mampu.
Ya Allah.
Aku ga ada maksud buat jadi beban hidupnya siapa-siapa.
Berdua ataupun sendiri toh tetap.
Aku akan berusaha untuk menghidupi hidupku sendiri.
Kenapa kok rasanya kayak yang, "AKU TUH BEBAN."
Dear Diary
Setiap anak punya mimpi kan?
Lalu..
Mimpi terbesarku adalah mengembalikan mama dan bapa untuk kembali duduk bersebelahan walau hanya sekali waktu.
Aku bersumpah untuk menghormati siapa saja lelaki yang mampu berbuat begitu. Akan kucintai seumur hidupku.
Kenapa harus selalu lelaki yang kucintai yang melukaiku?
Dear Diary
Lagu favorit di urutan kedua.
Ello - Masih Ada
Padahal awalnya ga suka sama ello karena rambutnya gondrong, kumis dan jenggot dimana-mana.. tapi di video klip ini gue sadar, cowo gondrong, kumisan, jenggotan bisa keliatan cakep banget kalo semuanya tiba-tiba dipendekkin. 🙈
Lagu favorit di urutan pertama.
Ah everybody knew lah ya..
Bondan Prakoso F2B - Ya Sudahlah
Dua-duanya lagu kebangsaan para single.
Yang gue tangkep, dari keduanya gue sadar kalo ga mungkin kita hidup tanpa cinta. Pasti ada cinta dari orang lain walaupun kita ga sadar, atau sengaja menutup mata.
Friday, April 13, 2018
Tuesday, April 10, 2018
Dear Diary
Kumohon hati..
Jangan seperti ini.
Tetapi memang, satu sudah tak lagi mampu kubendung.. rasa kecewa.
Dear Diary
Kumohon hati..
Jangan seperti ini.
Tetapi memang, satu sudah tak lagi mampu kubendung.. rasa kecewa.
Monday, April 9, 2018
Dear Diary
List..
Pernah enggan mengikuti keinginan seseorang yang belum tentu akan menjadi siapa-siapa? Aku sering.
Sunday, April 8, 2018
Dear Diary
List..
Aku kok ngerasa semakin ga adanya kecocokan ya.
Maybe akibat doa mujarab yang menyatakan bahwa kami tidak bisa menyatu itu diaminkan oleh Sang Pemilik Segala.
Then logikaku at the ending mikir.. Ya daripada nanti cerai, lebih baik putus sekarang.
Si aku udah ga mau lagi mimpi-mimpi ataupun berharap ini semua akan berakhir indah. Cuma mimpi buruk yang terngiang bahwa semua akan berakhir, tanpa keindahan bahwa hanya sejumput.
Ini toh untuk kebaikan semua orang.
List..
What should I do? :((
Saturday, April 7, 2018
Dear Diary
070418
List. Aku cape.
Aku gamau baik ke orang yang bukan siapa-siapa, gamau cerita ini-itu ke orang yang belum tentu akan jadi siapa-siapa di hidupku.
List.
Aku nyerah senyerah-nyerahnya sekarang. Aku udah pernah rasain putus. Dua kali. Dan masih inget betul gimana rasanya dulu.
List.
Doa dari orangtua Beliau bener-bener bikin aku down.
List.
Aku tau rasanya putus. Dan sama sekali gamau bikin dia tau gimana rasanya. Tapi daripada di tengah jalan cerai, ga kebayang sakitnya dia akan kayak apa. Kalo mikir ke sana lebih baik disudahi sampai di sini. Seenggaknya dia sakit cuma karena putus, saat segala sesuatunya belum ada yang serius.
List.
Cara bikin cowo muak, gimana?
Aku baru lakuin satu cara dan agaknya berhasil. Butuh yang lebih ampuh.
List.. maaf.
Dear Diary
Kau tahu, sedikit demi sedikit, akhirnya raguku pun sampai ke puncaknya. Ia tak hendak ingin denganku. Maka aku akan mulai mencari pengganti meski tak lebih baik darinya.
List, dia selalu bikin aku nunggu. Ini, itu, banyak sekali. Iya, sangat banyak. Aku menunggu begitu lama.
Aku benar-benar sudah tidak ingin ia melakukan apapun untukku lagi. Aku muak, bosan, lalu benci.
Aku tak diusahakannya. Aku ingin dengan yang lain saja. Tak apa bila aku yang mesti banting tulang mencari uang, toh sudah terbiasa sejak kecil.
Orangtuaku pun menyerahkan segala keputusan padaku, kata mereka ketika aku menanyakannya via telepon. Ya sudah, aku juga akan berusaha mengusahakan yang lain.
Kalau bisa dengan orang dekat saja. Kata semua keluargaku. Yang jauh justru kami tidak tahu seperti apa keluarganya, kami tidak mau memilih besan seperti mengambil kucing dalam karung. Aku justru dimarahi.
Iya, aku benar-benar menyerah sekarang. Toh ia tidak pernah serius dengan hubungan ini. Bahkan diperkenalkan kepada anggota keluarganya pun tidak, apalagi keluarganya menyapa pada keluargaku. Aku lebih baik berhenti daripada mendapatkan mertua seperti peroleh kucing dalam karung jua. Orangtuaku sangat kuatir akan itu.
Mana ada mertua yang sayang sama menantunya kayak kami. Apalagi sampai sekarang tidak kelihatan batang hidungnya. Jelas-jelas tidak direstui. Lanjut mereka lagi.
Untung saja ayahku tidak tahu. Aku menghela napas lega. Keluarga besarku juga tidak tahu. Sehingga tak ada yang mesti dipermasalahkan apabila aku hendak berhenti sampai sini.