Kenapa? Ini patah..
Benar-benar patah.
Lalu hancur.
Astagfirullah.
Semoga bisa lebih bersabar.
Aku merindukan tanganmu yang kasar
Punggungmu yang hangat
Pengertianmu yang tak berbatas
Semoga rindu tak hanya sebatas bait
Semoga kita dipertemukan esok di tempat terindah-NYA
Semoga Allah mengampuni dosa kita semua
Kuatkan aku wahai Tuhan Yang Agung
Tentulah milikmu segala yang dapat dilihat dengan mata ataupun tidak
Tentu kepada-MU lah semua kembali
Aku hanya cemburu pada takdir-MU
Tanpa sedikitpun merasa bahwa ENGKAU sungguh tak adil
Karena KAU adalah hakim paling adil
Ajari saja hatiku untuk dapat mencintai-MU dengan benar.
Teruntuk seseorang yang kusebut, "Bapak"
Kepada Tuhan
No comments:
Post a Comment