Wednesday, December 11, 2013

Dear Diary


Sabtu, 7 Desember 2013
11:20 WIB

Dari pagi udah sok sibuk, ngerjain ini itu, padahal mah cuma ngelakuin hal-hal biasa.

Jantungku... Dag-dig-dug. Bukan karena LEPPIM, tapi karena nanti sore aku pulang, "sendiri".

Bismillahirrahmaanirrahiim, insya Allah aku bisa! (y)

-------
17:50 WIB

Sebuah Perjalanan
Sabtu, 7 Desember 2013

Acara LEPPIM kelar sekitar jam 4, hampir tepat, cuma terlambat beberapa menit. Setelah itu, ya aku langsung caw ke kamar mandi-pipis-ngaca-going to Terminal Ledeng. Sampe sana aku clingak-clinguk kayak orang kebingungan, lupa ga baca tulisan di kaca depan mobil. Setelah itu aku liat ada Damri jurusan Ledeng-Leuwipanjang, langsung deh aku deketin. Tapi ternyata, penumpangnya teh pada turun semua, soalnya bannya pecah, cenah.

Yaudah deh aku ga jadi naik, tapi setelah itu aku naek juga, numpang duduk gitu, hehe.

Ga lama, Damri laennya dateng, aku langsung caw ke sana, dan duduk di belakang, tapi ga belakang-belakang amat. Setelah beberapa lama, ada bapa-bapa duduk di sampingku, Pak Eri namanya. Dia adalah mahasiswa S2 di UPI juga, jurusan IPS. Dia ngajar di salah satu SMP di Depok, dan sempet ngejalanin S1 di Universitas Muhammadiyah Malang.

Kita ngobrol ngalor-ngidul, dengan logat khas Jawanya yang medok gitulah.

Pikiranku melayang, banyak banget pembicaraan yang menuntutku berpikir. Ga terasa, perjalanan Ledeng-Leuwipanjang berlangsung selama 2 jam, dan aku nyampe di Terminal Leuwipanjang sekitar pukul 6.00 sore.

Langsunglah aku nyari bis yang dimaksud. Kemudian aku ngeliat ada bis Bandung-Bekasi, dan langsung naik. Karena ragu, kemudian aku bertanya kepada salah seorang penumpang, "Pak, bis ini berhenti di Kopo, kan?" Tanyaku. "Iya." Jawabnya.

Legalah sudah, aku nyari tempat duduk di bawah sinar lampu supaya bisa baca novel yang udah kupinjem dari Perpustakaan Pusat.

Huh, aku menghela napas tegang. Setiap desahan napasku mengiringi tiap detik detakan jantungku yang bergetar tanpa nada, tak menentu, dan semakin cepat saja.

Roda-roda Primajasa mulai bergerak. Aku memfokuskan mata dan pikiranku pada buku yang kupegang semakin kencang.

Entah sudah sampai mana ini, aku tak tahu karena tak bisa melihat keluar sana disebabkan cahaya yang semakin redup.

Di satu titik kemudian Mr.Kondektur berteriak, "xxxxx", aku tak mengerti sejauh apa itu dari tempatku naik tadi.

Hujan semakin deras saja. Aku mulai tak bisa menahan kantuk yang kian mendera. Berkali-kali mataku terpejam, kemudian tersadar lagi, begitu seterusnya. Hingga Mr.Kondektur berkata, "Sadang, Purwakarta, siap-siap." Begitu katanya lantang.

Aaarrggghhh, sudah sampai mana ini. Kemudian aku memutuskan mengirim beberapa kata kepada abangku, "Sadang?". Tak lama abangku ngejawab, "Berarti udah deket." Heuh, ieu soca meuni cenghar, ga ngantuk sama sekali.

Yaaa, dan sampai akhirnya akupun sampai di tempat tujuan yakni "Kopo City". Huh, leganyaaa. Di Kopo ujan, aku langsung aja sms paman, ngasih tau bahwa aku udah nyampe kopo. Ga lama dari kejauhan paman manggil aku. Kemudian aku naek ke motor, melajulah kami. Sampai di sebuah warung, paman ngambil jas hujan yang aja di bagasi jok. Satunya buat aku. Cuma mampir sebentar buat make jas, kemudian kembali melaju.

Hujan rintik dan berubah deras berulang kali terjadi bergantian. Sampe pakaianku basah, aku fokus pegangin jas hujanku aja.

Teeet, ceritanya teh aku udah sampe rumah gitu ya. Disana aku langsung aja basahin kaki aku pake air pam di depan rumah. Rasanya tuh angeeet, banget. Jadi pengen lama-lama maenan air. Akhirnya aku masuk dan disambut sama nenekku. Hadeuh, ya gimana sih ya rasanya ketemu ortu teh, ya begitulah. Ada rasa yang sulit untuk dideskripsikan dan teramat dalam dibandingkan jurang yang paling dalam sekalipun. Hahaha.

Ya seperti biasa, aku mah ga malu buat buka baju di rumah. Langsung aku nyari anduk di lemari dalem kamar, kemudian mandi. Ah, mandi malem-malem ge ga kerasa dingin, justru anget. Ya wajarlah karena ada perubahan temperatur.

Cerita singkatnya aku udah selesai mandi. Terus langsung solat dan nyalain tv. Nonton horror di antv sebelum akhirnya abangku minta diisiin pulsa. Haduh, malem-malem harus ngisi di siapa ya? Segera aja aku sms Nurul, Qisti, dan Tanti, my konters berjalan. :v Ga ada yang ngebales, tapi kemudian Tanti ngebales, tapi katanya ga ada saldo. Ga lama Nurul juga ngebales, yaudah deh aku minta isiin ke dia aja.

Happy ending, kisah selesai sebelum jam 12 malam.

Saturday, December 7, 2013

Dear Diary

Jumat, 6 Desember 2013
08:14 WIB

Lagi nyuci di lantai atas, smuaaanya aku cuciin biar besok bisa tenang.

O iya, tadi dari rumah nelpon. Tar dulu ya, mau jemurin selimut dulu.

-------
08:18 WIB

Oke, lanjut yang tadi.

Tadi dari rumah nelpon, nanyain soal caraku besok pulang. Katanya mah mereka mau ngejemput, tapi aku tolak. Dan sekarang aku udah mutusin, bakal langsung pulang setelah acara LIC, jadi ga balik ke kost-an dulu, langsung ke terminal. Bismillahirrahmaanirrahiim, semoga lancar. :D

-------
14:53 WIB

Dag dig dug, dong. >.< Bentar lagi presentasi, tapi powerpoint-nya belom siap.

-------
19:54 WIB

Ditelpon orang rumah selama hampir 20 menit, cuma kurang 9 detik aja.

O iya, tadi aku update status gini, "Kue udah di tangan, tinggal nunggu besok jam 4, dan akan sampe di tujuan kiiira-kiiiraaa, mmm jaaam, jaaam beraaapa yaaa? Ga taaau.

Di suruh turun di kopo cenah. Kopo? Kata orang rumah, bilang aja ke kondekturnya, 'turun di Kopo', giiitttuuu. Nya, kumaha isukan weh. :v

Mereka bilang, 'jangan pulang, apalagi sendirian, bisi diculik.' cenah. Lha, emangnya siapa yang mau nyulik aku? Aku kan galaknya minta ampun.
Trus mereka juga bilang, 'nantinya kalo udah nyampe tol cipularang harus siap-siap, jangan ngantuk' cenah. 'soalnya, kalo ngantuk mah nantinya bakal kelewat jauh dan masuk tol lagi ke bekasi.'
aku jawab 'iyaaa' :D
ya masalah ngantuk-ga ngantuk maaah, susah. Bismillah aja lah, harus puas2in tidur, sekarangnya." Statusnya sesuai isi hati banget, tuh.

Udah ya, aku mau nyetrika sama ngerjain tugas dulu, and siapin apa aja yg dibawa besok.

-------
22:41 WIB

Ngantuk, udah pengen tidur banget nih. Besok aja deh dilanjut ngerjain tugasnya. Dan fix, besok makan nasi+telor rebus+mie goreng+timun. Inget!

Bismika Allahumma ahya wabismika aamuut. :) aamiin.

Friday, December 6, 2013

Poetry

Jika kubisa
Ingin kuhentikan laju sang waktu
Perlambat detak jantungku
Sumbat aliran darahku
Agar masa kini tak lekas menjadi masa lalu

Aku tak ingin dewasa
Jika kumasih bisa meminta
Aku ingin Kembali jalani masa lalu
Atau tetap di masa kini

Tak ingin biarkan waktu pergi
Mereka yang kusayangi juga
Atau justru aku yang pergi

Dear Diary

Kamis, 5 Desember 2013
06:58 WIB

Pagi-pagi udah sport jantung. Tadi aku nyuci dan selesai 15 menit sebelum jam di kost-an menunjukkan pukul 7. Waaah, aku berangkat jam 7 kurang 10, dan nyampe kelas 3 menit sebelum jam 7.

Capeee... Tapi lanjut download ah.

-------
12:54 WIB

Lagi dengerin musik, "The Script-For The First Time".

Ujan, dingin, ish... >.<

Tadi pagi kan aku ditelpon sama orang rumah. Ya gitulah, ga mau diceritain ah.

-------
17:16 WIB

Tadi siang aku ke perpus, minjem 3 buku buat dibawa mudik. Judulnya "Hiroshima-John Hersey", "Pudarnya Pesona Cleopatra-Habiburrahman El Shirazy", "101 Dating-Asma Nadia".

-------
19:49 WIB

Ga bisa brenti ngaca. Bukan karena nganggep diri sendiri cantik ataupun karena narsis. Tapi karena ini loh (nunjuk JaHim). JaHimku kegedean, tapi lucu dan ga mungkin dikecilin. Haaa, gede... Gede... Gede... :v

Wednesday, December 4, 2013

Dear Diary

Rabu, 4 Desember 2013
05:38 WIB

Uwedddaaan... Dengerin lagu I'm In Love langsung dapet inspirasi buat gerakan senam, coy. :)

2
6
2
6
2
6
2

Itu rumus hitungannya, tinggal nentuin pola gerakannya aja. 2 jalan di tempat, 6 itu dibagi 2, yaitu 3 gerakan kaki+3 gerakan full.

My Quote

Deg. Tiba-tiba saja jantungnya berdegup, merasakan ada segores luka yang cukup menyakitkan. Mungkin kehidupan ingin mengujiku dengan rasa sakit.

Poetry

DAN

Dan...
Dua tanduk ini mulai muncul
Bersamaan dengan gelak tawa yang memuakkan
Tampak menengadahkan kepala
Busungkan dada

"Kenapa kau?"
"Lelahkah?"
"Bukankah aku sudah berkali-kali mengatakan bahwa ini tidak mudah?"
Dan kini akhirnya kau rasakan apa yang kurasa

Aku bahagia melakukannya
Kusuguhkan aliran cinta, layaknya sungai
Kucoba cintai apa yang kujalani
Tumpahkan hati agar dan kunikmati

Kukerutkan dahi
Kupandang sekali lagi
Berpikir
Menghela napas berkali-kali

Dan...
Waktu tetap berlalu
Tak berhenti saat kuterdiam
Dan aku berpikir
"Mengapa aku bahagia?"

Dear Diary

Selasa, 3 Desember 2013
04:41 WIB

Masih ngantuk... :(

Semangat, Lia!!! (y)

-------
07:00 WIB

Kemungkinan hari ini presentasi, tapi semoga aja ngga. Soalnya ga siap sama sekali. :)

Lanjut download lagu Nidji.

-------
13:10 WIB

Usaha mendownload "gagal total". Sinyalnya kayak oncom, lembek banget. Bete.

Si bapa bawa tumbuhan tuh, tapi kayaknya mah palsu da. Yaaah, semoga aja presentasinya ga sekarang. Aamiin. :v

-------
15:16 WIB

Asiiik, ga presentasi dong. :D

-------
23:13 WIB

Tau ga hasil rapat senam tadi tuh apa? "Harus dateng tiap Senin dan Kamis". Deg, langsung deh aku shock. Jelas-jelas aku ga kan bisa dateng hari Kamis mah.

Beuh, aku beli bakso Gerlong. Mantap, siah. Ga rela bagi-bagi... :D

Dear Diary

Senin, 2 Desember 2013
18:20 WIB

Lha, aku belom bikin curhatan sedikitpun? :-O

Gini ya, gini. 

Ntar, aku mandi dulu.

-------
21:37 WIB

Entah, barusan yang terjadi aja tuh ngebuat aku yakin kalo cowo sukanya emang "membual". Mudah bilang cinta, meski tanpa rasa. Alhamdulillah aku bukan cowo. Sori-sori aja ya, sekali aku bilang sayang, ya artinya beneran sayang, tanpa toleransi. Terserah percaya atau ngga, itu hak dia.

Oooi, tadi sore kan kumpul senam, tapi sebelumnya aku tidur dulu, mungkin sekitar 1 jam. Bangun-bangun teh udah jam 4 aja, buru-buru aku cuci muka+gosok gigi+pake kerudung+makan beberapa suap.

Nikmat banget deh tidurnya, walau sebentar. Alhamdulillah. Baru bangun tidur langsung senam, tapi seger. Abis senam rasanya teh badan sehat-sehat, padahal intensitasnya lumayan tinggi.

Pagi-pagi sebelum jam 9 aku ON, ngirim tugas LEPPIM sama fisika. Alhamdulillah keduanya selesai tepat waktu dan langsung kukirim.

O iya, besok ada kumpulan buat senam aerobik, ada pengajaran gerakan dasar aerobik, jam setengah 5 sore di depan Sport Hall. Eh, tiba-tiba akang dari Expo Kimia sms, katanya ada kumpul jam 4, ya ga bisa lah, aku udah ada janji lebih dulu sama organisasi. Harus buat janji dulu sebelum kumpulan sama aku mah. Yang mana yang duluan, itu yang diambil.

Yah, begitulah cowok. Gampang banget bilang "i love you". Mungkin dikiranya kalo dia bilang gitu aku bakal tertarik kali. Aku punya mimpi, punya cita-cita, dan punya orang-orang yang akan aku bahagiain. Aku ga akan mudah tertarik sama orang yang ga pernah benar-benar ada, dan orang yang ada tapi cuma lewat.

Ya Allah, hari Kamis kan ada pengumuman syarat kepengurusan. Semoga aja syaratnya bukan "harus hadir tiap Senin dan Kamis", tapi "hadir minimal 3 hari tiap minggu". Please, ya Allah. Please banget. Aku serius di sini, dan aku udah ga mau kecewa. Aku udah bener-bener pengen banget. Aku pengen ada buat orang lain, bukan cuma buat diriku sendiri. Please ya Allah, kabulin ya, aamiin. >.<

Bismika Allahumma ahya, wa bismika aamuut, aamiin. :)

Buenos tardes, nice dream. :)

Monday, December 2, 2013

Poetry

Lihatlah burung kecil itu
Berkicau, entah itu tangis atau tawa
Bersenandung dalam kesendirian
Dalam hening hembusan angin

Kini sepertinya ia bersiul
Memanggil teman-teman atau semacamnya
Aku tak mengerti
Dalam kekehan itu terdengar sahutan
Mungkin mereka saling mengungkap

Ia terdiam
Alihkan pandangannya padaku

Kasian sekali
Burung kecil nan cantik itu terpenjara dalam sebuah kotak yang jua indah
Namun ia terpenjara
Apalah arti keindahan bila itu mengekangnya

Ia melihat sekeliling
Hari yang begitu bebas, namun tidak untuknya

Pernah ia rasakan nikmatnya kebebasan
Ia gerakkan sayapnya kesana-kemari
Arungi langit yang tak selamanya secerah mentari

Namun kini, apalah daya
Matanya bebas, namun tidak dengan raganya
Ia terpenjara

Mungkin ia sudah lupa bagaimana cara untuk terbang
Atau sudah tak ingat cara memikat pasangan
Yang ia ingat saat ini
Mungkin hanya aroma kebebasan yang sudah terenggut dari jiwanya

Ia terpenjara
Meski tanpa dosa
Tanpa salah yang harus dibawa ke pengadilan tinggi
Tanpa ada ketukan palu dari hakim ketua

Namun ia terpenjara
Tak seperti koruptor yang bisa bebas meski berada di penjara

Ia hanya bisa berceloteh
Mencoba bahagia
Dengan kawan yang biasa hadir dalam desiran celoteh yang lain

Ia ingin bebas
Kembali menikmati aroma udara setinggi awan yang mengudara
Menarikan sayap-sayapnya
Bersama yang lain
Bersama kebebasan yang ingin slalu ia dapatkan lagi