Sabtu, 7 Desember 2013
11:20 WIB
Dari pagi udah sok sibuk, ngerjain ini itu, padahal mah cuma ngelakuin hal-hal biasa.
Jantungku... Dag-dig-dug. Bukan karena LEPPIM, tapi karena nanti sore aku pulang, "sendiri".
Bismillahirrahmaanirrahiim, insya Allah aku bisa! (y)
-------
17:50 WIB
Sebuah Perjalanan
Sabtu, 7 Desember 2013
Acara LEPPIM kelar sekitar jam 4, hampir tepat, cuma terlambat beberapa menit. Setelah itu, ya aku langsung caw ke kamar mandi-pipis-ngaca-going to Terminal Ledeng. Sampe sana aku clingak-clinguk kayak orang kebingungan, lupa ga baca tulisan di kaca depan mobil. Setelah itu aku liat ada Damri jurusan Ledeng-Leuwipanjang, langsung deh aku deketin. Tapi ternyata, penumpangnya teh pada turun semua, soalnya bannya pecah, cenah.
Yaudah deh aku ga jadi naik, tapi setelah itu aku naek juga, numpang duduk gitu, hehe.
Ga lama, Damri laennya dateng, aku langsung caw ke sana, dan duduk di belakang, tapi ga belakang-belakang amat. Setelah beberapa lama, ada bapa-bapa duduk di sampingku, Pak Eri namanya. Dia adalah mahasiswa S2 di UPI juga, jurusan IPS. Dia ngajar di salah satu SMP di Depok, dan sempet ngejalanin S1 di Universitas Muhammadiyah Malang.
Kita ngobrol ngalor-ngidul, dengan logat khas Jawanya yang medok gitulah.
Pikiranku melayang, banyak banget pembicaraan yang menuntutku berpikir. Ga terasa, perjalanan Ledeng-Leuwipanjang berlangsung selama 2 jam, dan aku nyampe di Terminal Leuwipanjang sekitar pukul 6.00 sore.
Langsunglah aku nyari bis yang dimaksud. Kemudian aku ngeliat ada bis Bandung-Bekasi, dan langsung naik. Karena ragu, kemudian aku bertanya kepada salah seorang penumpang, "Pak, bis ini berhenti di Kopo, kan?" Tanyaku. "Iya." Jawabnya.
Legalah sudah, aku nyari tempat duduk di bawah sinar lampu supaya bisa baca novel yang udah kupinjem dari Perpustakaan Pusat.
Huh, aku menghela napas tegang. Setiap desahan napasku mengiringi tiap detik detakan jantungku yang bergetar tanpa nada, tak menentu, dan semakin cepat saja.
Roda-roda Primajasa mulai bergerak. Aku memfokuskan mata dan pikiranku pada buku yang kupegang semakin kencang.
Entah sudah sampai mana ini, aku tak tahu karena tak bisa melihat keluar sana disebabkan cahaya yang semakin redup.
Di satu titik kemudian Mr.Kondektur berteriak, "xxxxx", aku tak mengerti sejauh apa itu dari tempatku naik tadi.
Hujan semakin deras saja. Aku mulai tak bisa menahan kantuk yang kian mendera. Berkali-kali mataku terpejam, kemudian tersadar lagi, begitu seterusnya. Hingga Mr.Kondektur berkata, "Sadang, Purwakarta, siap-siap." Begitu katanya lantang.
Aaarrggghhh, sudah sampai mana ini. Kemudian aku memutuskan mengirim beberapa kata kepada abangku, "Sadang?". Tak lama abangku ngejawab, "Berarti udah deket." Heuh, ieu soca meuni cenghar, ga ngantuk sama sekali.
Yaaa, dan sampai akhirnya akupun sampai di tempat tujuan yakni "Kopo City". Huh, leganyaaa. Di Kopo ujan, aku langsung aja sms paman, ngasih tau bahwa aku udah nyampe kopo. Ga lama dari kejauhan paman manggil aku. Kemudian aku naek ke motor, melajulah kami. Sampai di sebuah warung, paman ngambil jas hujan yang aja di bagasi jok. Satunya buat aku. Cuma mampir sebentar buat make jas, kemudian kembali melaju.
Hujan rintik dan berubah deras berulang kali terjadi bergantian. Sampe pakaianku basah, aku fokus pegangin jas hujanku aja.
Teeet, ceritanya teh aku udah sampe rumah gitu ya. Disana aku langsung aja basahin kaki aku pake air pam di depan rumah. Rasanya tuh angeeet, banget. Jadi pengen lama-lama maenan air. Akhirnya aku masuk dan disambut sama nenekku. Hadeuh, ya gimana sih ya rasanya ketemu ortu teh, ya begitulah. Ada rasa yang sulit untuk dideskripsikan dan teramat dalam dibandingkan jurang yang paling dalam sekalipun. Hahaha.
Ya seperti biasa, aku mah ga malu buat buka baju di rumah. Langsung aku nyari anduk di lemari dalem kamar, kemudian mandi. Ah, mandi malem-malem ge ga kerasa dingin, justru anget. Ya wajarlah karena ada perubahan temperatur.
Cerita singkatnya aku udah selesai mandi. Terus langsung solat dan nyalain tv. Nonton horror di antv sebelum akhirnya abangku minta diisiin pulsa. Haduh, malem-malem harus ngisi di siapa ya? Segera aja aku sms Nurul, Qisti, dan Tanti, my konters berjalan. :v Ga ada yang ngebales, tapi kemudian Tanti ngebales, tapi katanya ga ada saldo. Ga lama Nurul juga ngebales, yaudah deh aku minta isiin ke dia aja.
Happy ending, kisah selesai sebelum jam 12 malam.
No comments:
Post a Comment