Monday, December 2, 2013

Poetry

Yang terbersit saat ini hanyalah kekecewaan yang teramat dalam. Bukankah mereka seharusnya bersatu, seperti dulu, membawa kesuksesan atas nama bersama. Tetapi jalan yang mereka pilih sungguh di luar dugaan. Bahkan tak ayal banyak yang menginginkan mereka untuk kembali bersatu kembali, contohnya adalah kami. Ya, kami memang tidak tahu-menahu permasalahan sebenarnya. Namun kami tak ingin tahu, yang kami ingin hanyalah kembali bersatunya wajah-wajah yang dulu berada dalam satu ikatan.

Saatnya kembali menghela napas karena mungkin pendapat ini takkan mereka dengar, kawan. Tapi sudah tak ada jalan untuk menyerah. Anggap saja bahwa menyerah artinya mati. Siapa yang mau mati cuma-cuma, tanpa jasa pada dunia, tanpa dikenang oleh mereka? Memangnya siapa yang mau seperti itu?

Maju atau mati. Kalaupun harus mati saat bergerak, itu lebih baik daripada mati dalam diam. Biarkan hanya raga yang terkubur, jangan membawa impian.

Kami hanya ingin kalian kembali bersatu! Itulah mimpi kami saat ini. Entah akan terwujud atau tidak. Tetapi yang pasti, kami akan menunggu dalam gerakan ini. Gerakan yang kan selalu mendukung kalian, mendorong kalian, mengamati kalian, mendoakan kalian. Kami percaya, takkan ada pengorbanan yang kan sia-sia. 

No comments:

Post a Comment