DOA 2
Penyesalan yang tak terkira ini bagai meremas-remas paru-paruku sehingga membuatku sulit bernapas, menghentikan suply oksigen ke otakku sehingga membuatku tak bisa berpikir.
Astagfirullahhaladziim. Entah apa yang sudah kulakukan. Apakah aku sudah tak memiliki pikiran yang jernih lagi sehingga mampu melakukan hal sekeji itu.
Astagfirullahhaladzim. Aku memohon ampun pada-MU, ya Allah.
Astagfirullahhaladzim. Demi ENGKAU aku bersumpah menyesalinya. Kumohon ampuni hamba-MU ini, ya Allah. Meski diriku bak sampah, kumohon kembali pungut aku, berikan padaku pembimbing yang bisa membuatku lebih baik. Pembimbing yang bisa menerimaku, menerima semua kenyataan yang telah terjadi padaku, menerima semua kejujuran yang menyakitkan yang akan kuutarakan pada orang itu.
Bismillahirrahmaanirrahiim, aku memohon pada-MU di padang fajar, semoga mentari pagi segera terbit dan menyinari hatiku yang gelap karena khilaf, hangatkan jiwaku yang beku diselubung dunia. Aamiin ya Raabal alamin.
No comments:
Post a Comment